Jumat, 09 Maret 2012

Sosiologi Pendidikan

        sosiologi itu muncul pada abad ke-19, dima pada saat itu sosiologi di jadikan sebagai ilmu sosial oleh Durkeim, ilmu sosial itu muncul karena berguna bagi masyarakat pada waktu itu guna memberikan pendidikan bagi masyarakat yang telah mengalami perubahan sosial dan budaya yang terjadi setelah revolusi inggris dan perancis, pendidikan sangat berguna untuk mengembangkan keterampilan masyarakat yang telah mengalami perubahan pada masa inggis dan perancis tersebut.
menurut durkheim pendidkan itu dapat memperbaiki kehidupan masyarakat, dan juga mewujudkan kebersamaan dan rasa solidaritas,  
pendidkan itu bukan hanya bersifat ideal namun, pendidikan itu juga memunculkan berbagai macam persoalan, pendidikan zaman sekarang tidak terlepas dari yang namanya kekuasaan, dimana masalah di dalam pendidikan itu ada 2 yaitu, masalah perubahan kurikulum dan masalah kekuasaan.
dalam sosiologi ada 2 unsur yang sama yaitu oiologi dan pedagogi.
jadi, sosiologi pendidikan itu adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan sosiologi yang membahas mengenai proses interaksi didalam sistem pendidikan. sebagai contoh; proses interaksi antara guru dan peserta didiknya mempengaruhi proses belajar mengajar.

Sekolah
didalam sekolah terdapat Organisasi dan Sistem, Organisasi adalah, suatu wadah, atau perkumpulan dimana di dalamnya terdapat orang yang saling bekerja sama dan memiliki tujuan bersama, di mana didalamnya terdapat struktur yaitu Kepala, wakil, Sekretaris, bendahara dan lain sbgnya, yang bersifat hierarkisserta memiliki hak, kewajiban, peran , fungsinya mnasing-masing. Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri dari unsur-unsur, elemen-elemen yang saling hubungan dan terkait satu sama lainnya.Elemen adalah suatu bagian dari sistem yang harus menjalankan yang telah ditetapkan oleh sekolah tersebut. didalam sekolah tersebut tidak hanya manusia saja yang ada namun juga ada softwere nya, seperti kurikulum, RPP, program belajar mengajar.
sekolah adalah suatu merupakan sistem, dimana sekolah itu adalah menerapkan yang namanya interaksi, atau saling berhubungan, apabila tidak maka tidak akan terciptanya pesrta didik yang berpoitensi, dan apabila salah satu fungsi sekolah itu tidak ada maka akan mempengaruhi atau terhambatnya proses belajar mengajar, dan tidak tercapainya tujuan yang hendak dicapai.   
sekolah sebagai sebuah sistem, sistem harus memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam memnjalankan tugasnya, hal tersebut harus berjalan dengan lancar kalau tidak akan terhambat nya proses belajar-mengajar. selain elemen-elemen di sekolah elemen-elemen yang ada di luar juga aharus berfungsi, seperti orang tua, masyarakat.

Pendidikan
Pendidikan Berasal Dari kata Mendidik yang berarti membuat menjadi terdidik melalui proses belajar.
proses belajar didapat melelui:
1. lingkungan yang terbagi jadi lingkungan fisik (lingkungan alam), lingkungan sosial (lingkunagn masyarakat) yang disebut dengan nonformal, keluaraga merupakan informal,
2. pendidikan formal
3. interaksi
4.pengalaman
siklus belajar: proses belajar direalisasikan meleui pendidikan dengan tujuan terciptanya eksistensi masyarakat  serta mewariskan nilai-nilai dan norma edukatif, berupa ilmu penegtahuan sehingga memperoleh keterampilan serta kemajuan.

fungsi pendidikan yaitu
1. mewujudkan/menghasilkan menusia yang mampu memainkan perannya secara sosial. co:mewujudkan ketertiban tatana sosial
2. transmisi nilai-nilai budaya
kreasi yang bermanfaat uyntuk dirinya dan orang lain
3. mewujudkan integrasi sosial
dimulai dari adaptasi-interaksi-ke asimilasi
4. mewujudkan kontrol sosial
mengontrol didri supaya tidak melakukan tindakan kriminal
5. menghasilakn individu yang bermanfaat bagi masyarakat
tenaga atau alat teknologi yang baru
memperbaiki nasib
berubah untuk jadi lebih baik.

Pengendalian sosial
da 2 hal yaitu Peventif dan Represif,
preventif yaitu sebelum terjadinya, sanksi diberi tahu sebelum terjadinya
yaitu :
1. memberi contoh keteladana kepada siswa mengenai nilai-nilai dan norma-norma
2.transmisi nilai -nilai sosial
nilai-nilai itu di sosialisasikan didalam kehidupan sehari-hari
3. interaksi sosial
tanpa kita sadari melalui lingkungan masyarakat kita dapat memperoleh nilai-nilai melei berinteraksi
4. kegiatan perkumpulan sosial

tujuan pendidikan
1. membuat perubahan
-sosial
-budaya
-ekonomi
-politik
-hukum
2.pembaharuan dalam masyarakat
-inovasi
-renovasi
-rekonsturksi
-retrunisasi
reformasi

2. Represif yaiotu setelah terjadinya, maka diberi sanksi hukuman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar