1. Kebudayaan Folk
Penelitian terhadap suatu komuniti sebagai suatu satuan holistik. konsep "komuniti" sebagai suatu satuan sosial dengan ciri dasar yang universal sehingga layak di analisis secara khusus, dikembangkan oleh R.Redfield (1897-1958), guru besar Antropologi dari university of Chicago. dari tahun 1926 hingga tahun 1927 ia meneliti sebuah desa keturunan orang indian Aztec yang berbahasa Nahuatl, yaitu desa Pueblo Tepoztlan.
hasil dari penelitian itu adalah sebuah etnografi berjudul Tepoztlan : A Mexican Village : A study of Folk life (1930).
etnografi ini menguraikan mengenai geografi daerah pegunungan Sierra Ajusco, tempat desa Tepoztlan berada, kebudayaan fisik penduduknya, organisasi sosialnya, upacara-upacara Fiesta Santa Maria, upacara sekitar lingkungan hidup, dan upacara kematian, msalah pembagian kerja dan pada akhir dari etnografi itu Redfield mencapai kesimpulan bahwa kebudayaan primitif dan bukan juga suatu kebudayaan kota masa kini, tetapi berada di antara keduanya.
dengan adanya penelitian ke suku-suku bangsa yang memiliki sejarah perkembangan yang tinggi seperti suku indian Aztec tersebut, telah menyebabkan perkembangannya konsep mengenai kebudayaan antara tadi yang disebut dengan Folk, yaitu kebudayaan rakyat umum yang berbeda dari kebudayaan primitif yang hingga dasawarsa 1930-an pada umumnya di pelajari para ahli antropolog.
kebudayaan folk oleh Redfield dianggap berada dalam masyarakat petani pedesaan pada umumnya yaitu peasant Society, tetapi juga pada penduduk kota yang bersifat rakyat umum yaitu penduduk yang tidak termasuk "golongan elit" atau yang berkledudukan tinggi. utuk mengetahui pengertian Folk yang sebenarnya Redfield yang di bantu istri dan masiswa nya melakukan penelitian di antara penduduk berkebudayaan Maya. penelitian itu di laksanakan di 4 tempat yaitu : 1. Merida kota berpenduduk 96.660 jiwa menurut sensus 1930. dan menurut Redfield layak di sebut City 2. Dzitas kota kecil berpendudukan kurang dari 30.000 orang pada waktu yang sama, yang oleh Redfield di sebut Town 3. Chan kom desa petani yang terbuka , 4. Tusik desa kecil yang terisolasi.
buku kesimpulan umum karangan Redfield berjudul The Folk Culture of Yucatan(1941) membuat perumusan mengenai empat tipe komuniti yang disebut City (kota), Town ( kota kecil) peasant village (desa petani), dan tribal village ( desa terisolasi). secara singkat semua sifat Komperatif itu dapat diringkas menjadi 3 ciri, yaitu ;
1. pengenduran adat-istiadat
2. Sekularisasi
3. individualisasi
redfolk mengenggap bahwa kebudayaan Folk lebih dinamis daripada kebudayaan dalam masyarakat Terisolasi.
2. Komuniti Kecil
redfield beranggapan bahwa kebudayaan Folk dapat di teliti dalam suatu bentuk masyarakat yang disebut Little comunity ( komuniti kecil ). dengan meninjau penelitian tersebut, Redfield membuat abstraksi mengenai 4 sifat yang menjadi latar belakang dari semua komuniti kecil yaitu : distinctiveness, smallnes, homogenity, dan all-providing self-sufficiency. denga kata lain suatu komuniti kecil ;
1. mempunyai suatu identitas yang khas,
2. terdiri dari pendudk dengan jumlah yang cukup terbatas sehingga saling mengenal sebagai individu yang berkepribadian.
3. bersifat seragan dengan diferensiasi terbatas
4. kebutuhan hidup sangat terbatas sehingga semuanya dapat di penuhi sendiri.
redfield juga beranggapan bahwa suatu komuniti kecil adalah bagian yang terintegrasi dari lingkungan alam dimana komuniti kecil itu berada. dengan demikian suatu komuniti kecil merupakan suatu sistem ekologi dengan masyarakat dan kebudayaan penduduk serta lingkungan alam setempat sebagai dua unsur pokok dalam suatu lingkaran pengaruh timbal balik yang mantap. itu pulalah sebabnya mengapa identitas tempat biasanya sangat kuat dal;am pandangan hidup penduduk komuniti kecil sebagai suatu territorially-based field.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar