INSAN KS
SeMoga BeRMAnFaaT.. ^_^,
Selasa, 13 Maret 2012
Contoh Artikel
Minggu, 11 Maret 2012
Kebudayaan Folk-Teori Antropologi
Penelitian terhadap suatu komuniti sebagai suatu satuan holistik. konsep "komuniti" sebagai suatu satuan sosial dengan ciri dasar yang universal sehingga layak di analisis secara khusus, dikembangkan oleh R.Redfield (1897-1958), guru besar Antropologi dari university of Chicago. dari tahun 1926 hingga tahun 1927 ia meneliti sebuah desa keturunan orang indian Aztec yang berbahasa Nahuatl, yaitu desa Pueblo Tepoztlan.
hasil dari penelitian itu adalah sebuah etnografi berjudul Tepoztlan : A Mexican Village : A study of Folk life (1930).
etnografi ini menguraikan mengenai geografi daerah pegunungan Sierra Ajusco, tempat desa Tepoztlan berada, kebudayaan fisik penduduknya, organisasi sosialnya, upacara-upacara Fiesta Santa Maria, upacara sekitar lingkungan hidup, dan upacara kematian, msalah pembagian kerja dan pada akhir dari etnografi itu Redfield mencapai kesimpulan bahwa kebudayaan primitif dan bukan juga suatu kebudayaan kota masa kini, tetapi berada di antara keduanya.
dengan adanya penelitian ke suku-suku bangsa yang memiliki sejarah perkembangan yang tinggi seperti suku indian Aztec tersebut, telah menyebabkan perkembangannya konsep mengenai kebudayaan antara tadi yang disebut dengan Folk, yaitu kebudayaan rakyat umum yang berbeda dari kebudayaan primitif yang hingga dasawarsa 1930-an pada umumnya di pelajari para ahli antropolog.
kebudayaan folk oleh Redfield dianggap berada dalam masyarakat petani pedesaan pada umumnya yaitu peasant Society, tetapi juga pada penduduk kota yang bersifat rakyat umum yaitu penduduk yang tidak termasuk "golongan elit" atau yang berkledudukan tinggi. utuk mengetahui pengertian Folk yang sebenarnya Redfield yang di bantu istri dan masiswa nya melakukan penelitian di antara penduduk berkebudayaan Maya. penelitian itu di laksanakan di 4 tempat yaitu : 1. Merida kota berpenduduk 96.660 jiwa menurut sensus 1930. dan menurut Redfield layak di sebut City 2. Dzitas kota kecil berpendudukan kurang dari 30.000 orang pada waktu yang sama, yang oleh Redfield di sebut Town 3. Chan kom desa petani yang terbuka , 4. Tusik desa kecil yang terisolasi.
buku kesimpulan umum karangan Redfield berjudul The Folk Culture of Yucatan(1941) membuat perumusan mengenai empat tipe komuniti yang disebut City (kota), Town ( kota kecil) peasant village (desa petani), dan tribal village ( desa terisolasi). secara singkat semua sifat Komperatif itu dapat diringkas menjadi 3 ciri, yaitu ;
1. pengenduran adat-istiadat
2. Sekularisasi
3. individualisasi
redfolk mengenggap bahwa kebudayaan Folk lebih dinamis daripada kebudayaan dalam masyarakat Terisolasi.
2. Komuniti Kecil
redfield beranggapan bahwa kebudayaan Folk dapat di teliti dalam suatu bentuk masyarakat yang disebut Little comunity ( komuniti kecil ). dengan meninjau penelitian tersebut, Redfield membuat abstraksi mengenai 4 sifat yang menjadi latar belakang dari semua komuniti kecil yaitu : distinctiveness, smallnes, homogenity, dan all-providing self-sufficiency. denga kata lain suatu komuniti kecil ;
1. mempunyai suatu identitas yang khas,
2. terdiri dari pendudk dengan jumlah yang cukup terbatas sehingga saling mengenal sebagai individu yang berkepribadian.
3. bersifat seragan dengan diferensiasi terbatas
4. kebutuhan hidup sangat terbatas sehingga semuanya dapat di penuhi sendiri.
redfield juga beranggapan bahwa suatu komuniti kecil adalah bagian yang terintegrasi dari lingkungan alam dimana komuniti kecil itu berada. dengan demikian suatu komuniti kecil merupakan suatu sistem ekologi dengan masyarakat dan kebudayaan penduduk serta lingkungan alam setempat sebagai dua unsur pokok dalam suatu lingkaran pengaruh timbal balik yang mantap. itu pulalah sebabnya mengapa identitas tempat biasanya sangat kuat dal;am pandangan hidup penduduk komuniti kecil sebagai suatu territorially-based field.
Jumat, 09 Maret 2012
Sosiologi Pendidikan
menurut durkheim pendidkan itu dapat memperbaiki kehidupan masyarakat, dan juga mewujudkan kebersamaan dan rasa solidaritas,
pendidkan itu bukan hanya bersifat ideal namun, pendidikan itu juga memunculkan berbagai macam persoalan, pendidikan zaman sekarang tidak terlepas dari yang namanya kekuasaan, dimana masalah di dalam pendidikan itu ada 2 yaitu, masalah perubahan kurikulum dan masalah kekuasaan.
dalam sosiologi ada 2 unsur yang sama yaitu oiologi dan pedagogi.
jadi, sosiologi pendidikan itu adalah salah satu cabang dari ilmu pengetahuan sosiologi yang membahas mengenai proses interaksi didalam sistem pendidikan. sebagai contoh; proses interaksi antara guru dan peserta didiknya mempengaruhi proses belajar mengajar.
Sekolah
didalam sekolah terdapat Organisasi dan Sistem, Organisasi adalah, suatu wadah, atau perkumpulan dimana di dalamnya terdapat orang yang saling bekerja sama dan memiliki tujuan bersama, di mana didalamnya terdapat struktur yaitu Kepala, wakil, Sekretaris, bendahara dan lain sbgnya, yang bersifat hierarkisserta memiliki hak, kewajiban, peran , fungsinya mnasing-masing. Sistem adalah satu kesatuan yang terdiri dari unsur-unsur, elemen-elemen yang saling hubungan dan terkait satu sama lainnya.Elemen adalah suatu bagian dari sistem yang harus menjalankan yang telah ditetapkan oleh sekolah tersebut. didalam sekolah tersebut tidak hanya manusia saja yang ada namun juga ada softwere nya, seperti kurikulum, RPP, program belajar mengajar.
sekolah adalah suatu merupakan sistem, dimana sekolah itu adalah menerapkan yang namanya interaksi, atau saling berhubungan, apabila tidak maka tidak akan terciptanya pesrta didik yang berpoitensi, dan apabila salah satu fungsi sekolah itu tidak ada maka akan mempengaruhi atau terhambatnya proses belajar mengajar, dan tidak tercapainya tujuan yang hendak dicapai.
sekolah sebagai sebuah sistem, sistem harus memiliki fungsi dan perannya masing-masing dalam memnjalankan tugasnya, hal tersebut harus berjalan dengan lancar kalau tidak akan terhambat nya proses belajar-mengajar. selain elemen-elemen di sekolah elemen-elemen yang ada di luar juga aharus berfungsi, seperti orang tua, masyarakat.
Pendidikan
Pendidikan Berasal Dari kata Mendidik yang berarti membuat menjadi terdidik melalui proses belajar.
proses belajar didapat melelui:
1. lingkungan yang terbagi jadi lingkungan fisik (lingkungan alam), lingkungan sosial (lingkunagn masyarakat) yang disebut dengan nonformal, keluaraga merupakan informal,
2. pendidikan formal
3. interaksi
4.pengalaman
siklus belajar: proses belajar direalisasikan meleui pendidikan dengan tujuan terciptanya eksistensi masyarakat serta mewariskan nilai-nilai dan norma edukatif, berupa ilmu penegtahuan sehingga memperoleh keterampilan serta kemajuan.
fungsi pendidikan yaitu
1. mewujudkan/menghasilkan menusia yang mampu memainkan perannya secara sosial. co:mewujudkan ketertiban tatana sosial
2. transmisi nilai-nilai budaya
kreasi yang bermanfaat uyntuk dirinya dan orang lain
3. mewujudkan integrasi sosial
dimulai dari adaptasi-interaksi-ke asimilasi
4. mewujudkan kontrol sosial
mengontrol didri supaya tidak melakukan tindakan kriminal
5. menghasilakn individu yang bermanfaat bagi masyarakat
tenaga atau alat teknologi yang baru
memperbaiki nasib
berubah untuk jadi lebih baik.
Pengendalian sosial
da 2 hal yaitu Peventif dan Represif,
preventif yaitu sebelum terjadinya, sanksi diberi tahu sebelum terjadinya
yaitu :
1. memberi contoh keteladana kepada siswa mengenai nilai-nilai dan norma-norma
2.transmisi nilai -nilai sosial
nilai-nilai itu di sosialisasikan didalam kehidupan sehari-hari
3. interaksi sosial
tanpa kita sadari melalui lingkungan masyarakat kita dapat memperoleh nilai-nilai melei berinteraksi
4. kegiatan perkumpulan sosial
tujuan pendidikan
1. membuat perubahan
-sosial
-budaya
-ekonomi
-politik
-hukum
2.pembaharuan dalam masyarakat
-inovasi
-renovasi
-rekonsturksi
-retrunisasi
reformasi
2. Represif yaiotu setelah terjadinya, maka diberi sanksi hukuman
Rabu, 07 Maret 2012
mengatasi suntuk
Menghilangkan Suntuk
Rutinitas dan pekerjaan yang monoton seringkali menimbulkan kejenuhan. Dan, itu merupakan hal yang manusiawi, namun meski demikian, kita tak boleh membiarkan keadaan tersebut berlarur-larut. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat merusak kualitas kerja serta mengganggu secara psikologis. Berikut kami sampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan.
Perluas Cakrawala
Perkembangan manusia berlangsung secara terus-menerus, tak peduli berapapun usianya. Otak kita dirancang untuk terus berkembang, sehingga butuh terus ditambahi dengan hal-hal baru. Untuk itu sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan, perluaslah pengetahuan. Belajarlah hal-hal baru tanpa henti. Menimba ilmu tidak harus melalui sebuah instansi, Anda dapat belajar hal-hal baru dari lingkungan sekitar. Bisa berupa ketrampilan baru, membaca koran atau buku-buku, atau hal-hal lainnya.
Buat Tantangan Baru
Seperti saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru, hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi begitu seminggu berlalu, akan mulai tumbuh kebosanan. Tak jauh beda dengan kita orang dewasa dan pekerjaan yang kita geluti. Bedanya dengan anak-anak, sebagai orang dewasa kita dituntut untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mencari tantangan baru di luar pekerjaan rutin. Luangkan waktu luar pekerjaan untuk melakukan hal-hal baru guna menstimulasi minat Anda, seperti misalnya ikut Yoga atau hal-hal lain yang belum Anda kuasai.
Membuat Perubahan
Bertemu, melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari pastinya membuat kita sangat bosan. Untuk menepis kebosanan tersebut, Anda bisa melakukan perubahan-perubahan pada hal-hal kecil yang Anda jumpai setiap hari. Seperti misalnya, letak meja di kantor, atau mungkin wallpaper di komputer yang Anda gunakan setiap hari, dandanan rambut, atau bahkan rute Anda menuju tempat kerja.
Ubah Bahasa Tubuh
Mungkin bahasa tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita perhatikan. Namun, sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana hati seseorang. Orang yang merasa bosan biasanya mulai duduk merosot, menekuk wajah dan terlihat muram. Ketika kebosanan mulai menyergap, cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum, lalu lihat efeknya pada diri Anda.
Ciptakan Kenyamanan
Setiap orang, secara alamiah menyukai keadaan yang membuatnya nyaman. Suasana yang nyaman mendorong kita untuk selalu senang. Jika Anda penggemar musik, Anda dapat mendengarkan musik kesayangan sembari bekerja. Atau mungkin Anda bisa mengubah ruang kerja sebagai tempat yang nyaman. Bisa juga mencipatkan suasana yang ramah dan penuh canda tawa bersama rekan kerja.
Ambil Libur
Minggu demi minggu berlalu, dan setiap hari kita berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Untuk meredakan rasa jenuh, manfaatkan setiap hari Sabtu-Minggu untuk benar-benar menikmati liburan. Tak perlu pergi ke tempat pariwisata, Anda bisa juga berlibur dan bersantai bersama keluarga di rumah. Banyak hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membuat rileks, seperti misalnya nonton film atau mungkin sekedar jalan-jalan ke mall bersama keluarga.